Rumah klasik selalu menarik. Ada daya tarik yang muncul dari proporsi, garis-garisnya yang tegas, dan detailnya yang kaya. Klien kami kali ini datang kepada kami dengan keinginan membangun rumah impiannya yang bergaya klasik, untuk nantinya dihuni bersama keluarga besarnya.

1-Rumah-Kemang-Pratama

Perspektif Eksterior

Keluarga ini terdiri dari orang tua dan 4 orang anak, dimana ketiga anaknya sudah berkeluarga. Menariknya, keluarga ini selalu menyempatkan diri untuk berkumpul bersama tiap akhir pekan. Di sisi lain, sang ibu sering mengadakan pengajian bersama di rumah. Kondisi ini mengharuskan kami mencari satu solusi agar bentuk arsitektur klasik mampu berpadu dengan kebutuhan ruang yang cukup banyak.

5-KEMANG-PRATAMA

Ruang Bersama Lantai 1 & Void

Kebutuhan ruang yang baru saja disebutkan kami respon dengan membagi zonasi fungsi menjadi dua: 1). zona semi publik di lantai 1, dan 2). zona privat keluarga di lantai dua. Ruang bersama dibuat lapang dan bisa disatukan sewaktu-waktu, mulai dari ruang tamu hingga area ruang bersama. Untuk mengantisipasi panas dan sesaknya ruang karena banyaknya orang yang berkumpul saat acara tertentu seperti pengajian, ruang ini dibuat terhubung langsung dengan jendela yang mengarah ke taman dan void yang menjadikan ruang double-volume hingga plafon lantai dua.

Area lantai dua diperlakukan sedikit berbeda, dengan sebagian besar kamar tidur diletakkan di area ini. Kamar-kamar dihubungkan dengan koridor yang berujung ke ruang bersama dan roof garden di area balkon belakang rumah. Kamar tidur sengaja tidak dibuat terlalu besar, untuk mendorong interaksi antar saudara dan anggota keluarga di ruang-ruang bersama yang tersedia.

5-Rumah-Kemang-Pratama

Pantry & Ruang Bersama Lantai 1

Meski menggunakan gaya arsitektur klasik, namun untuk kualitas ruangnya kami tetap memperhatikan aspek-aspek tropis, dengan banyak memasukkan bukaan berupa jendela dan pintu yang lebar, untuk memasukkan cahaya alami dan lubang sirkulasi udara. Besar bukaan kami atur dengan hati-hati agar tidak menimbulkan cahaya dan panas yang berlebih ke dalam bangunan. Hal ini juga kami atur supaya ruang-ruang tertentu seperti kamar tidur mendapat privasi yang cukup.

2-Rumah-Kemang-Pratama

Suasana Kamar Utama

4-Rumah-Kemang-Pratama

Suasana Kamar Anak

Terakhir, pemilihan material dan finishing kami lakukan bersama-sama dengan klien secara eklektik. Kami mencoba mengakomodasi selera anggota keluarga yang berbeda-beda, dan setelah diskusi yang cukup intens, kami mencoba menerjemahkan apa kemauan klien dengan desain. Akhirnya, dapat dilihat bahwa ada pergeseran nuansa yang menurut kami cukup menarik terjadi di tiap ruangnya. Hal ini membuktikan bahwa, meski tidak mudah, arsitektur klasik ternyata bisa berpadu dengan baik dengan prinsip-prinsip arsitektur tropis. Tentu dengan tidak mengesampingkan kebutuhan klien.